6 Penyebab Nyeri Ulu Hati yang Sering Terjadi

3 Langkah Pertama Menangani Gigitan Kucing Agar Tidak Terkena Rabies

Selama ini kita sering beranggapan bahwa rabies hanya bisa terjadi akibat gigitan anjing atau monyet saja. Namun, pada kenyataannya rabies tidak hanya terjadi akibat kedua hewan tersebut. Ada beberapa hewan yang diduga mampu menularkan rabies, salah satunya melalui gigitan mamalia lain seperti kucing.


Ya, meski kucing termasuk salah satu hewan yang banyak disukai dan dipelihara oleh banyak orang, namun bukan berarti tidak bisa menimbulkan bahaya (misalnya rabies).

Rabies termasuk penyakit yang bisa berakibat fatal. Hal ini karena virus atau bakteri bisa menyerang saraf dan bisa mengakibatkan kematian, baik bagi sesama hewan maupun bagi manusia.

Seperti seorang pria asal Buckinghamshire, Inggris Raya bernama Omar Zouhri yang meninggal akibat tertular rabies yang bermula dari gigitan kucing ketika ia sedang berliburr ke Maroko.

BBC menulis sebelum zouhri meninggal, ia sempat dibawa Kerumah Sakit Stoke Mandeville sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah sakit John Radcliffe, Oxford dan meninggal di sana. 

Kasus rabies di Inggris Raya termasuk langka terjadi, dimana dalam rentang tahun 2000 sampai 2017 hanya ada lima orang yang terinfeksi dan itupun akibat paparan hewan luar negeri.


Selain itu, "Public Health England (PHE) juga telah meminta wisatawan agar menghindari untuk menyentuh hewan apapun di negara-negara yang rawan akan rabies." Tulis BBC.

Meski kebanyakan kasus rabies disebabkan oleh anjing domestik, namun bukan berarti penyebaran virus oleh hewan lain dapat diabaikan. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, rabies bisa menyerang saraf otak dan juga sumsum tulang belakang semua mamalia. Termasuk manusia.

Menurut Wahid Fahri, yang tidak lain adalah seorang dokter hewan mengatakan bahwa selain melalui gigitan, virus rabies dapat menular dengan beberapa cara. Salah satunya menular melalui kontak air liur ke selaput lendir seperti mukosa mulut atau mata dan luka terbuka.

"Ketika gejala pada korban sudah muncul, penyakit ini bisa 99% berakibat fatal. Bahkan kematian, tapi bisa dicegah." Ujar Wahid fahri

Cara pencegahannya bisa dengan menggunakan vaksin hewan, vaksinasi pada hewan sangat penting. Selain mencegah penularan rabies pada manusia, dengan pemberian vaksin pada hewan pun akan menghindari hewan terkena rabies. Bahkan, hewan yang rutin mendapatkan vaksin diduga jika tergigit hewan rabies lain harus mendapatkan peningkatan vaksin dan diperhatikan tingkah laukunya selama 45 hari.

Gejala atau Tanda Rabies 

Pada hewan, gejala infeksi rabies baru bisa terlihat dalam beberapa bulan kedepan. Dimana mereka akan mengalami perubahan perilaku. Seperti hewan menjadi agresif, gelisah, lesu, hilangnya nafsu makan, disorientasi, lumpuh, kejang, bahkan kematian mendadak.

Sedangkan gejala umum rabies pada manusia bisa meliputi kecemasan, sakit kepala, dan demam. Ssaat virus mulai menyebar, korban biasnaya akan mengalami halusinasi, adanya gangguan pada pernafasan, dan spasme otot hingga membuat mereka sulit minum atau menelan.

3 Langkah Pertama Menangani Gigitan Kucing Agar Tidak Terkena Rabies


Ada 3 langkah atau pertolongan pertama yang harus segera dilakukan saat terkena gigitan atau air liur dari hewan yang diduga mengalami rabies.
  • Pertama. Jika gigitan atau luka mengeluarkan darah, maka segeralah untuk membalutnya dengan menggunakan perban atau kain bersih. Hal ini dilakukan untuk menghentikan pendarahan.
  • Kedua. Bersihkan luka pada air mengalir selama 5 menit dan bersihkan dengan menggunakan sabun. Jangan menggosok luka, karena hal ini dapat merobek jaringan, anda hanya cukup dengan menyiramnya saja. Jika sudah keringkan luka perban.
  • Ketiga. jika langkah pertama atau kedua telah dilakukan, segeralah untuk memeriksakan luka pada dokter atau kesehatan. Terlebih jika luka tersebut menimbulkan rasa sakit. hal ini guna menanyakan apakah berisiko mengalami rabies atau tidak dan menghindari adanya penularan rabies. 
Sebelum virus atau gejala berkembang, penularan rabies pada manusia dapat diobati dengan pemberian vaksin segera setalah terjadinya gigitan. Vaksin yang sama juga bisa direkomendasikan untuk kelompok atau orang berisiko tinggi terkena rabies, misalnya dokter hewan, aktivis, atau mereka yang suka berpergian atau berwisata ke tempat yang rawan akan rabies.

"Indonesia, terutama jakarta masih belum terbebas dari rabies. Dengan demikian masyarakatnya harus diedukasi dalam pemberian vaksin agar terhindar dari penularan rabies." Ujar Wahid.



Komentar