Waspada Penularan Virus Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Pencegahannya Agar Tidak Tertular

Inilah 3 Faktor Penyebab Seringnya Tawuran Antar Pelajar dan Cara Mengatasinya

Tawuran merupakan suatu reaksi saling serang atau berkelahi yang dilakukan secara kelompok. Baik itu antar pelajar, antar supertor (pendukung), tawuran antar suku, bahkan tawuran antar warga dengan pihak berwajib. 


Tawuran sendiri merupakan pelanggaran nilai dan norma yang tidak disukai oleh semua lapisan masyarakat. Selain merugikan banyak orang, tawuran juga tidak jarang mengakibatkan hilangnnya nyawa.

Di Indonesia, tawuran yang paling sering terjadi adalah tawuran antar pelajar atau antar sekolah. Dimana seharusnya mereka belajar dan menjadi generasi muda dalam membangun negara agar menjadi lebih maju.

Lalu mengapa tawuran antar pelajar sangat sering terjadi ? 

Pada awalnya tawuran antar pelajar hanya gejala sosial yang terdapat pada pelajar-pelajar di kawasan perkotaan. Namun dengan berjalannya waktu, tawuran antar pelajar pun sekarang telah menjalar pada pelajar yang jauh dari perkotaan. 


Umumnya tawuran antar pelajar ini di awali dengan hal sepele pada salah satu pelajar. Namun karena rasa solidaritas antar siswa disekolah masing-masing inilah yang menjadikan konflik tersebut membesar hingga menyebabkan tawuran. 

Tidak jarang pula siswa yang tidak mengetahui apa permasalahannya juga terpakasa harus ikut melakukan tawuran. Karena tidak ingin dianggap tidak memiliki solidaritas, penakut, atau tidak setia kawan.

Terlepas dari itu, menurut Psikolog Eva Hajriani,Psi ada beberapa faktor yang dapat menyebakan seringnya tawuran antar pelajar. Di antaranya :

1. Lingkungan sekolah

Ada beberapa faktor yang mencangkup lingkungan sekolah. Sepertti :
  • Usia. Masa remaja dasarnya adalah tahap pencarian jati diri. Dengan kapasitas emosi yang masih labil dan cara berfikir yang terbatas, seringkali mereka mengambil tindakan yang belum tepat dan belum memilikirkan dampak jangka panjangnnya. Sehingga seringkali melakukan tindakan yang tidak dipikirkan konsekuensinya.
  • Suasana. Suasana sekolah yang tidak bisa memberikan kenyamanan pada siswa juga bisa memperngaruhi terjadinya tawuran. Hal ini karena akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan diluar sekolah bersama teman-temannya. Dan, tentunya sekolah lebih sulit untuk mengontrol mereka ketika sudah di luar lingkungan sekolah.
  • Kurangnya perhatian dari guru. Terkadang ada saja guru yang lebih memperhatikan siawanya yang berprestasi saja. Dimana tentu saja hal ini membuat siswa lainnya merasa tidak diperhatikan. Nah, untuk mencari perhatian guru, maka mereka akan melakukan kegiatan tau hal yang melanggar peraturan yang telah disepakati. alah satunya adalah tawuran.
Selain dari lingkungan sekolah, tawuran antar pelajar bisa juga disebabkan oleh faktor keluarga dan faktor lingkungan.

2. Faktor keluarga

Faktor keluarga bisa terjadi akibat kurangnya perhatian dari orang tua, baik karena kesibukan kerja maupun karena hancurnya rumah tangga. Dimana hal tersebut menyebabkan anak merasa tidak diperhatikan. Alhasil mereka mencari kegiatan melanggar nilai dan normal.

Selain itu, terkadang anak juga bisa terpengaruh buruk oleh orang tua, misalnya tindakan kriminal dan tindakan asusila.

3. Faktor lingkungan

W.G. Summer membagi kelompok sosial menjadi dua, yaitu in-group dan out-group. Kelopok dalam (in-group) adalah kelompok yang individu-individunya mengidentifikasi dirinya dengan kelompoknya. Sedangkan kelompok luar (out-group) merupakan kelompok di luar in-group.

Di kalangan kelompok dalam di jumpai persahabatan, kerja sama, keteraturan, dan kedamaian. Namun apabila kelompok dalam berhubungan dengan kelompok luar, maka muncullah rasa kebencian, permusuhan, bahkan saling serang. 

Tidak hanya itu, rasa kebencian juga di wariskan dari satu generasi ke generasi lain dan membuat solidaritas dalam kelopok (in-group feeling). Anggota kelompok menganggap kelompok mereka sendiri yang paling penting. Hal inilah yang menjadi awal terjadinya konfilk. 

Menurut Eva, seseorang yang pernah atau bahkan sering terlibat dalam tawuran juga memiliki dampak buruk jangka panjang secara psikologi. Para pelaku tawuran biasanya akan menjadikan tindakan anarkis atau kekerasan dalam menyelesaikan permasalah.

Lalu bagaimana cara mencegah sekaligus mengatasi para pelajar yang sering melakukan tawuran ?

Ada beberapa pendekatan preventif yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengatasi pelajar yang sering melakukan tawuran 
  • Melakukan pendekatan keluarga
Keluarga merupakan benteng pertama bagi anak agar tidak terpengaruh hal-hal negatif, termasuk tawuran. Peran kedua orang tua juga sangat penting, karena kebanyak pelajar yang melakukan tawuran adalah mereka yang berasal dari keluarga broken home atau kurangnya perhatian dari orang tua.

Sehingga untuk mencegah sekaligus mengatasi pelajar yang sering melakukan tawuran atau tindakan anarkis adalah keluarga harus senantiasa harmonis dan tidak menunjukan segala sesuatu yang berhubungan dengan kekerasaan dalam rumah.
  • Batasi pergaulan
Pergaulan memang penting, namun anda juga sebisa mungki untuk menghindari pergaulan-pergaulan yang menjurus ke arah negatif. Bila kita bergaul dengan orang-orang yang rela berbuat apa saja demi tujuannnya termasuk jalan kekerasan, maka jauhilah. 
  • Pengendalian diri
Sering kali tawuran terjadi akibat emosi yang tidak terkontrol. Nah, untuk mencegah sekaligus mengatasi para pelahar yang sering melakukan tawuran adalah dengan mencobat untuk lebih sabar lagi dalam menyikapi permasalahan. Karena bila para pelajar sanggup mengendalikan diri mereka, maka dipastikan tidak akan terjadi tawuran antar pelajar.
  • Hukuman atau sanksi
Untuk membuat jera para pelaku tawuran sebaiknya pelaku diberikan hukuman atau sanksi. Baik itu dari pihak sekolah, keluarga maupun kepolisian. Namun hukuman atau sanksi tersebut tidak menjurus pada kekerasan ataupun tindakan asusila.
  • Berikan perhatian yang sama pada semua siswa
Seperti yang dikatakan sebelumnya, siswa yang terlibat tawuran sering kali merupakan siswa yang kurang mendapatkan perhatian dari guru. Baik itu karena siswa itu sendiri maupun akibat gurunya yang memilih-milih siswa.

Demikian informasi yang bisa kami berikan mengenai faktor penyebab terjadinya tawuran antarpelajar. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.

Komentar