Waspada Penularan Virus Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Pencegahannya Agar Tidak Tertular

Kaleidoskop 2018 ; 10 Peristiwa Duka di Indonesia yang Menyita Perhatian Publik Bahkan Mancanegara


Tak terasa saat ini kita sudah berada dipenghujung tahun 2018. Dimana tepat pada Selasa (1/1) esok kita akan berganti tahun menjadi tahun 2019. 

Berbicara mengenai tahun 2018, pasti tidak lepas dari berbagai peristiwa yang terjadi selama tahun ini belakang ini. Lantas apa saja peristiwa-peristiwa yang menyita perhatian publik Indonesia bahkan mancanegara selama tahun 2018 ? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

1. Selasar Gedung BEI Ambruk

Peristiwa yang menyita perhatian publik yang pertama adalah ambuknya selasar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan bisnis SCBD Jakarta pada Senin (15/1/2018) siang.

Mengingat kejadian ini terjadi pada siang hari, dimana para pekerja sedang beraktivitas, maka tak ayal banyak korban yang tertimpa puing reruntuhan bangunan.

2. Gempa Lebak, Banten

Selang sepekan dari ambruknya gedung BEI, tepatnya pada Selasa (23/1/2018) Indonesia khususnya wilayah Lebak, Banten diguncang gempa dengan magnitudo 6,1.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPM) tercatat satu orang meninggal, 1.018 jiwa diungsikan, dan 8.467 unit rumah mengalami kerusakan. 

Selain itu, kerusakan bangunan juga banyak terjadi di kab sukabumi dan bogor, jawa barat. Hal ini karena wilayah tersebut berdekatan dengan lebak yang menjadi episentrum gempa.

3. Kerusuhan Mako Brimob Kelapa Dua

Kerusuhan terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada bulan Mei silam. Tepatnya pada Selasa (8/5/2018) malam hingga Rabu (9/5/2018) dini hari.

Peristiwa ini bermula dari terjadinya adu mulut atau cekcok antara tahanan atau napi dan petugas dari personel Brimob Polri yang kian membesar hingga mengharuskan untuk mensterilkan lingkungan di sekitar Mako Brimob.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol M. Iqbal, kerusuhan ini terjadi karena masalah pemberian makanan dari pihak keluarga yang harus melewati pemeriksaan petugas terlebih dahulu sebelum akhirnya diberikan pada napi. Dimana hal tersebut membuat salah satu napi tidak terima dan memicu keributan.

Pada siang harinya, Menko Polhukam, Wiranto mengungkapkan ada korban tewas dalam insiden di Mako Brimob. Ada 5 anggota densus 88 dan satu orang napi teroris tewas dalam insiden kerusuhan ini. Diketahui pula, para napi teroris berhasil merebut senjata perugas dan menyandera satu anggota densus lainnya.

Untuk mengenang jasa ke-lima anggota densus 88, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun memberikan kenaikan pangkat luar biasa karena ke-lima anggota densus 88 tersebut gugur saat bertugas.

4. Bom Surabaya dan Sidoarjo

Tidak berselang lama dari kerusuhan di mako brimob kelapa dua, tepat pada Minggu (13/5/2018) terjadi ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Pengeboman ini terjadi ditiga tempat ibadah, yaitu di Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan.

Pada hari yang sama pula, terjadi pengeboman di kompleks rumah susun Wonocolo di taman, Sidoarjo tepatnya pada malam pukul 20.00 WIB. Ledakan tersebut terjadi di blok B dilantai 5 dan terdengat hingga lima kali dan diduga sebuah bom rakitan yang dibuat oleh penghuni rusunawa.

Pengeboman belum berhenti, di hari berikutnya Polrestabes Surabaya menjadi sasaran pengeboman berikutnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung yang menyatakan bahwa pada Senin (14/5/2018) pukul 08.50 WIB, sebuah ledakan terdengar di depan Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang disekitaran tempat kejadian, terlihat ledakan terjadi tepat di pintu gerbang Polrestabes Surabaya. Dimana saat itu ada sebuah mobil mini-bus dan dua buah sepeda motor akan diperiksa petugas. Dan setelah dilakukan rekonstruksi, diketahui bahwa ledakan berasal dari sebuah sepeda motor yang berada di belakang mini-bus tersebut.

5. Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Senin (18/6/2018) menjadi hari paling memilukan bagi warga disekitaran danau toba sekaligus keluarga korban KM Sinar bangun. Bagaimana tidak, Kapal Mesin (KM) Sinar Bangun yang mengangkut penumpang tenggelam di perairan Danau Toba, Kab Simalungun, Sumatera Utara.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, saat itu kapal mengangkut 180 orang wisatawan dan puluhan sepeda motor yang bertolak dari Pelabuhan Simanindo di Kab Samosir menuju Tigaras-parapat di Kab Simalungun.

Faktor cuaca buruk serta muatan yang berlebihan lah yang menyebabkan tenggelamnya KM Sinar bangun saat ditengah perjalanan. Tiga orang penumpang berhasil menyelamatkan diri, sementara penumpang lainnya masih belum diketahui nasibnya.

6. Gempa Lombok

Selama bulan juli gempa besar mengguncang bagian tengah Indonesia, tepatnya pulau Lombok dalam rentang waktu cukup panjang. Dimana gempa pertama kali terjadi pada Rabu (29/7/2018) dengan kekuatan magnitudo 6,4 dan guncangan terasa hingga pulau Bali dan Sumbawa.

Tidak berhenti disitu, sempat terjadi beberapa gempa-gempa susulan dengan kekuatan yang berbeda. Tercatat selama bencana tersebut terjadi, setidaknya ada 564 orang meninggal dunia, yang sebagian besar berasal dari Lombok Utara dan Barat.

7. Gempa, Likuifaksi dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Gempa dengan berkekuatan 7,7 skala richter pada Jumat (28/9/2018) memicu terjadinya gelombang tsunami. Gempa pertama kali mengguncang Donggala pada pukul 14.00. Dimana gempa tersebut diketahui berkekuatan magnitudo 6 dengan kedalam 10 km. Akibat gempa ini, satu orang dikabarkan meninggal dunia, 10 orang luka, dan puluhan rumah rusak di kec singaraja, kab donggala.

Selang beberapa jam dari gempa pertama, gempa kembali terjadi pada pukul 17.00 dengan kekuatan yang lebih besar lagi, yaitu magnitudo 7,4 dengan ke dalaman yang sama, yaitu 10 km di jalur Sesar Palu Koro.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, gempa tersebut tergolong gempa dangkal namun berpotensi tsunami. 

Tidak hanya itu, akibat guncangan besar tersebut, terdapat pergerakan tanah (likuifaksi) di wilayah Desa Petodo, Kec Palu Selatan, Kota Palu. Kejadian ini menenggelamkan sejumlah orang yang ada di atasnya ke dalam luapan lumpur yang muncul dari dalam perut bumi.

Sesaat setelah gempa terjadi, peringatan tsunamin pun diumumkan oleh BNPM meski akhirnya peringatan tersebut sempat dicabut. Akan tetapi, tepat pada pukul 17.22 Wita gelombang tsunami benar-benar terjadi setinggi 6 meter dan menyapu wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala dan kawasan lain disekitarnya.

Tercatat, dari pukul 14.00 sampai Jumat malam, setidaknya ada 13 kali gempa dengan kekuatan magnitudo diatas 5. 

Meski sempat ada peringatan sebelumnya, namun hal tersebut tidak sepenuhnya dapat menyelamatkan warga dari terjangan gelombang air laut. 

Dari data yang dikeluarkan terakhir kali, diketahui ada sekitar 2.113 orang meninggal dunia, 671 orang hilang, 10.679 orang luka-luka, dan ada 82.775 orang mengungsi ke sejumlah titik. Tidak hanya itu, bencana ini juga memporakporandakan setidaknya 67.310 rumah, 2.736 sekolah rusak, 20 fasilitas kesehatan dan 12 titik jalan rusak berat.

8. Banjir di Mandailing Natal

Bencana kembali terjadi pada bulan oktober, tepatnya pada Jumat (12/10/2018) dimana bencana ini berupa banjir bandang di sejumlah Kab Mandailing natal, Sumatera Utara.

Air bah yang tiba-tiba saja datang ini mengakibatkan 17 orang meninggal, sekitar 500 orang warga mengungsi, dan puluhan rumah juga fasilitas umum rusak akibat terkena hantaman air.

Banjir bandang ini diduga disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan air disungai Aek Saladi tidak bisa membendung debit air yang ada.

9. Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Masih pada bulan yang sama, dunia penerbangan Indonesia kembali berduka. Pasalnya, tepat pada Senin (29/10/2018) pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan pihak berwenang, pesawat jatuh tidak lama setelah lepas landas (take-off) dari bandara Seokarno-Hatta di Cengkareng, Tanggerang, Banten. Pesawat lepas landas pada pukul 06.20 WIB, namun tak berapa lama kemudian pesawat hilang kontak (hilang). 

Menurut jadwal pemberangkatan, pesawat Lion Air JT 610 seharusnya landing di Pangkal Pinang pada pukul 07.20 WIB. Namun hingga siang hari pesawat tidak diketahui kabarnya.

Setelah lama tak ada kabar, Basarnas pun memastikan bahwa pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut jatuh. Pencarian dan evakuasi pun segera dilakukan oleh Basarnas. 

Diketahui pesawat yang baru beroperasi pada 15 Agustus 2018 itu membawa 189 orang, yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 orang anak-anak, 2 orang bayi, dan 8 awak pesawat.

10. Tsunami di Selat Sunda

Peristiwa yang menyita perhatian publik yang terakhir adalah terjadinya gelombang tsunami di Selat Sunda tepat pada Sabtu (22/12/2018) kemarin. Gelombang tsunami ini meluluhlantahkan wilayah disekitaran Selat Sunda, Provinsi Banten dan Lampung.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami (PVMBG) Sri Hidayat mengatakan, berdasarkan analisis dan dugaan sementara, adanya aktivitas atau erupsi Gunung Anak Krakatau lah yang memicu gelombang tsunami. Sebelumnya, diketahui bahwa Gunung Anak Krakatau sudah mengalami erupsi dan berfluktuasi secara terus menerus sejak Juni 2018. Namun erupsi tersebut mengalami peningkatan intensitas yang signifikat sesaat sebelum gelombang tsunami menerjang kawasan tersebut.

Hingga saat ini sudah tercatat sekitar 429 orang meninggal dunia, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.802 orang mengungsi di sejumlah daerah. 


Komentar