Waspada Penularan Virus Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Pencegahannya Agar Tidak Tertular

Mengenal Penyakit ALS Yang Diderita Stephen Hillenburg "Pencipta Spongebob SquarePants"

Spongebob SquarePants. Ya, anda tentu pernah melihat animasi yang satu ini. Animasi yang menceritakan kisah sebuah spons yang tinggal dalam sebuah rumah nanas didalam laut di kota Bikini Bottom. 


Dalam cerita, Spongebob diceritakan memiliki dua tetangga, yaitu Squidward Tentacles yang merupakan seekor gurita yang tinggal dalam rumah moai. Dan Patrick Star yang merupakan seekor bintang laut merah muda, tinggal di bawah sebuah batu. Rumah Squidward terletak di antara rumah Spongebob dan rumah Patrick, dan inilah yang meresahkan Squidward.

Spongebob dan kawan-kawannya tinggal di kota Bikini Bottom dalam lautan Pasifik. Bikini Bottom digambarkan sebagai sebuah kota biasa dengan pusat kota, pinggir kota, kawasan pantai, dan lapangan terbang. 

Pencipta Spongebob SquarePants

Stephen Hillenburg "Pencipta Spongebob SquarePants"

Stephen Hillenburg yang tidak lain adalah pencipta Spongebob SquarePants pernah berkata bahwa Bikini Bottom digambarkan lebih kurang berdasarkan kota Seattle, Washington.

Stephen Hillenburg adalah seorang animator sekaligus ahli biologi laut. Sayang, tepat pada Senin (26/11/2018) kemarin para penggemar Spongebob SquarePants dikejutkan dengan kabar meninggalnya Stephen Hillenburg. 

Seperti yang dikabarkan, Stephen Hillenburg meninggal akibat penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Stephen Hillenburg telah menderita ALS sejak Mei 2017 lalu.  

Lalu apa itu penyakit ALS ?

Penyakit ALS sendiri termasuk dalam jenis penyakit motor neuron disease (MND). Penyakit ini menyerang sel-sel saraf (neuron) yang berfungsi sebagai pengendali gerak otot. Penyakit ini menyebab otot-otot mengalami degenerasi terlalu cepat dan mati.

ALS pertama kali ditemukan pada tahun 1869 oleh ahli saraf Perancis bernama Jean-Martin Charcot. tetapi baru pada tahun 1939 Lou Gehrig melakukan penelitian nasional dan internasional terhadap penyakit tersebut.

Hal inilah yang membuat ALS di Eropa, lebih dikenal dengan penyakit charcot. Sedangkan di Amerika Serikat, ALS lebih dikenal dengan lou gehrig.

Saat seseorang terserang penyakit ini, maka akan terjadi degenerasi yang progresif pada sel-sel saraf motor tersebut. Sehingga gejala seperti pelemahan otot akan mengakibatkan kelumpuhan tangan, kaki, gangguan menelan, berbicara dan bernafas.

Menurut laporan ALS Association, harapan hidup penderita ALS berbeda-beda. Hal ini terkait dengan belum ditemukannya obat yang mampu mengatasi ALS ini. 

Di perkirakan sampai saat ini, penderita ALS hampir 60% menyerang pria, dimana 93% nya berasal dari ras Kaukasia seperti penduduk Eropa, Arfika Utara, Timur Tengah, Pakistan dan India Utara.

ALS biasanya terjadi pada rentang usia 40 sampai 60 tahun. Namun pada kebanyakan kasus, penyakit ini terdiagnosa pada usia 50 tahun-an. Meski demikian, harus anda ketahui, ALS juga bisa menyerang siapa saja, tidak memandang usia, ras, etnis atau sosialekonomi dan dapat mempengaruhi siapa saja.

Apa penyebab penyakit ALS ?

Hingga saat ini penyebab penyakit ALS masih belum bisa dipastikan. Namun menurut laporan Webmd, mengungkapkan bahwa penyakit ALS ini bisa dipicu oleh lingkungan, meskipun hal ini masih dalam perdebatan. Selain itu, beberapa kondisi seperti merokok, veteran militer, pekerjaan, terkena racun, lokasi tempat tinggal dan berbagai aktivitas yang intern diduga berpengaruh pada adanya ALS.

Kasus ALS dilaporkan banyak terjadi di pulau Pasifik Guam dan di Semenanjung Kii di Jepang. Dimana wilayah ini memiliki kemungkinan 50 sampai 100 kali lebih tinggi terkena ALS dibanding dengan wilayah lain di seluruh dunia. 


Komentar