Kenali Gejala-gejala Kanker Nasofaring yang Diderita Ustad Arifin Ilham

Moms Tidak Perlu Khawatir, Inilah Penyebab Nafas Bayi Berbunyi

Nafas bayi berbunyi umumnya hal yang normal, mengingat organ yang ada di dalam tubuhnya belum berfungsi secara sempurna. Selain itu, paru-paru dan hidung pada bayi pun masih dalam proses adaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dengan keadaan di dalam rahim. Oleh sebab itulah, organ pernafasan tersebut harus mulai membiasakan diri dengan lingkungan yang kering dan menghidup nafas sendiri. Kondisi ini biasanya akan terjadi selama beberapa minggu dan tidak perlu di khawatirkan secara berlebih. 


Perlu moms ketahui, ada kalanya nafas bayi berbunyi juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya. Oleh sebab itulah, penting bagi moms untuk mengetahui apa saja hal yang bisa membedakan antara nafas berbunyi normal atau akibat adanya penyakit. Berikut adalah beberapa jenis nafas bunyi dan penyebabnya yang moms harus tahu. Di antaranya :
  • Bunyi siulan. Nafas bayi berbunyi seperti ini bisa disebabkan oleh penyumbatan kecil di saluran pernafasan, misalnya akibat adanya lendir. Selain itu, hidung kecil mereka pun masih berukuran kecil, akibatnya lendir atau susu yang mengering membuat jalan nafas semakin sempit. Sehingga mengeluarkan bunyi siulan dan terkadang membuat oksigen atau udara sulit masuk dan keluar. Meski bunyi siulan umumnya tidak berbahaya, namun kondisi tersebut juga bisa menjadi gejala adanya mengi.
  • Bunyi melengking dan bernada tinggi (stridor atau laringomalasia). Bunyi ini biasanya terdengar saat bayi menarik nafas. Dimana bunyi ini disebabkan oleh kondisi saluran nafas bayi yang lebih kecil dan lunak. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang saat bayi berusia dua tahun.
  • Bunyi serak ketika menangis dan batuk. Nafas bayi berbunyi ini bisa diakibatkan oleh penyumbatan lendir pada laring. Kondisi ini juga bisa menjadi salah satu gejala croup. Croup ialah infeksi pada laring, trakea, dan tabung bronkial.
  • Batuk dengan bunyi berat. Nafas bayi berbunyi ini disebabkan karena adanya penyumbatan pada bronkus.
  • Nafas bayi cepat dan sesak. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh pneumonia yang diawali dengan adanya cairan dalam saluran udara terkecil atau alveoli. 
Seperti yang diketahui, meski nafas bayi berbunyi merupakan hal yang normal. Namun, moms harus segera memeriksakan bayi pada dokter spesialis anak jika nafas pada bayi disertai dengan beberapa kondisi berikut.
  • Terlihat lesu.
  • Bayi bernafas lebih dari 60 sampai 70 kali dalam satu menit.
  • Tidak nafsu makanan atau minum susu.
  • Bayi bersuara serak benada tinggi dan batuk berat.
  • Nafas berhenti selama lebih dari 10 detik.
  • Retraksi, saat otot-otot di dada leher anak tampak naik turun lebih hebat dari biasanya pada saat bayi bernafas.
  • Adanya bercak segitiga berwarna biru di sekitar dahi, hidung, dan bibir bayi. Ini berati darah dalam tubuhnya tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup dari paru-paru.
Jika moms masih belum mengerti pembahasan diatas dan moms masih merasa cemas pada bayi, moms bisa berkonsultasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan penanganan jika diperlukan.


Komentar