6 Penyebab Nyeri Ulu Hati yang Sering Terjadi

Pro Kontra Antar 2 Kubu Mengenai Debat Capres Cawapres 2019

Pro kontra antar 2 kubu mengenai debat Capres dan Cawapres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Kamis (17/1/19) kemarin.

Tahap menuju kontestasi Pemilihan Presiden 2019-2024, sudah memasuki putaran debat para kandidat Capres dan Cawapres. Debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum pada Kamis (17/1/19) ini berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan mulai pukul 20.00 WIB.

Dalam debat ini, para Paslon atau pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin, dan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Salahudin Uno (Sandiaga Uno) siap berusaha meyakinkan dan merebut hati rakyat Indonesia dengan pemaparan visi misi dan program kerja masing-masing. Serta kemampuan menjawab setiap pertanyaan dari para panelis dan dari lawan kandidat.

Tidak hanya itu, sebanyak 6 ahli juga turut bergabung dalam tim panelis siap menguji para kandidat. Ke-6 panelitis tersebut ialah :
  1. Prof. Bagir Manan selaku mantan Ketua Mahkamah Agung.
  2. Prof. Hikmahanto Juwana selaku Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia.
  3. Agus Rahardjo selaku Ketua KPK.
  4. Ahmad Taufan Damanik selaku Ketua Komnas HAM.
  5. Bivitri Susanti selaku ahli hukum tata negara dan salah satu pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan.
  6. Margarito Kamis selaku ahli hukum tata negara.
Pada debat pertama ini para kandidat fokus pada membahasan yang bertemakan Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. Debat dipandu oleh dua moderator, yaitu Imam Priyono dan Ira Koesna.
Dalam debat ini, tediri dari 6 segmen, yakni :
  1. Segmen pertama berisi sesi penyampaian visi dan misi.
  2. Segmen kedua berisi ajuan pertanyaan pada Paslon oleh moderator.
  3. Segmen ketiga berisi Paslon diminta menjawab pertanyaan yang berasal dari panelis.
  4. Segmen keempat berisi Paslon saling mengajukan pertanyaan dan menjawab tentang Hukum dan HAM.
  5. Segmen kelima berisi Paslon saling mengajukan pertanyaan dan menjawab mengenai korupsi dan terorisme.
  6. Segmen keenam berisi kata-kata penutup yang disampaikan oleh kedua Paslon terkait berlangsungnya debat tersebut.
Namun sayangnya, dalam debat ini ada berbagai pro kontra antar 2 kubu mengenai debat Capres Cawapres 2019 ini. Berikut diantaranya :

1. Skor 3-1

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin mengklaim bahwa pasangan calon nomor urut 01 lebih unggul dari pasangan calon nomor 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Penasihat TKN Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Romahurmuziy alias Romi menilai jagoannya lebih unggul dari Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pada debat Pilpres 2019.

Pertama. Romi menjelaskan, Jokowi unggul ketika mempertanyakan isu gender di kepengurusan partai besutan Prabowo, Partai Gerindra.

"Tentang gender dihubungkan dengan komitmen Prabowo dalam kepengurusan partainya ternyata tidak seisi dengan visi misinya."ujar Romi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/19).

Romi mengklaim bahwa pasangan calon nomor urut 01 lebih unggul dari pasangan calon nomor 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Kedua. Romi mengatakan, Jokowi menang dari Prabowo saat membicarakan isu korupsi.

Komitmen anti korupsi, menurut Romi, berbanding terbalik dengan kader Partai Gerindra yang mencalonkan enam eks terpidana korupsi.

"Kita lihat saat debat berlangsung, Prabowo sempat kehilangan keseimbangan dengan gimmick menari-nari yang memperlihatkan seperti salah tingkah." Ujar Romi

Ketiga. Romi mengatakan, Jokowi menang dari Prabowo soal isu kepastian hukum.

Ia menilai Prabowo kalah karena saat menanyakan kepastian hukum, Sandiaga Uno malah menjawab terkait isu ekonomi."

2. Perasaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Komentar Ruhut Sitompul terkait ketidakhadiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam debat Capres dan Cawapres 2019

Mantan politisi partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku tahu isi hati Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak menghadiri debat pertama Pilpres 2019 kemarin.

Ruhut melihat dari bahasa tubuh Mantan presiden RI ke-6 itu. 

"Saya tahu bagaimana perasaan Pak SBY dan kenapa dia tidak menghadiri debat tersebut. Karena itu, gestur, mimik itu enggak bisa dibohongi." Ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/19).

Politisi senior itu menilai jika SBY terlihat setengah hati mendukung Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

3. Erick Tohir soal pelukan

Erick Tohir : "Saya kira pujian Pak Jokowi terhadap Pak Prabowo bukan pada vertabalime".

Debat pertama antara kandidat pilpres 2019 berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/19) malam, tidak mendapat apresiasi antara kedua Capres dan Cawapres. Kedua moderator, yakni Imam Priyono dan Ira Koesna berulang kali mengingatkan mengenai hal tersebut saat sesi apresiasi antara kandidat.

Namun, yang diminta tidak kunjung keluar dari mulut kedua paslon Capres dan Cawapres.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Erick Thohir justru berpendapat, bahwa Joko Widodo - Ma'ruf Amin memberikan penghargaan pada Prabowo - Sandiaga.

"Saya kira pujian Pak Jokowi terhadap Pak Prabowo bukan pada verbalisme."

"Tetapi ketika belum saatnya harus datang merangkul, beliau datang menyalami dan merangkul'" Ujar Erick.

"Itu merupakan bentuk pujuan simbolik yang harus disampaikan, memberikan penghormatan kepada teman kompetitor dan senior beliau." tambahnya

Erick juga menambahkan bahwa, Jokowi memiliki style tersendiri dalam menyampaikan sebuah gagasa.

Gaya tersebut diakui memang sedikit berbeda dari elite kebanyakan, yakni kecenderungan Jokowi untuk tak mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan nyata.

"Jadi saya kira, ini adalah contoh teladan serta inspirasi untuk kita, tidak semua harus kita bicarakan. Tetapi yang terpenting adalah perbuatan dan kerja nyata. "Ujar Erick.

4. BPN sesalkan hal ini

Ketua BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani sesalkan sekap Capres pertahanan Joko Widodo yang menyerang partai, dibanding adu gagasan dan ide.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani sesalkan sikap Capres pertahanan Joko Widodo yang menyerang partai, dibanding adu gagasan dan ide sesi debat pertanyaan tertutup.

Muzani mengarah pada pertanyaan Jokowi seputar penanganan kasus korupsi kepada Prabowo Subianto.

Kala itu sang pertahanan menyebut partai Gerindra menjadi partai paling banyak mantan koruptornya.

Jokowi bingung mengapa Prabowo sebagai Ketua Umum partai menyetujui para mantan koruptor maju nyaleg.

"Kenapa kemudian perdebatannya menjadi menyerang partai ? Inikan perdebatan tentang kenegaraan, ide tentang negara, tapi kemudian 01, dua kali menanyakan partai. Katanya tidak menyerang personil ?". Ujar Muzani di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/19) malam.

Muzani menilai sikap yang diambil Jokowi kurang pantas lantaran dirinya sebagai pertahanan dan masih berstatus Kepala Negara.

Padahal, kubu Prabowo-Sandi sebelum hari pelaksanaan debat hingga debat putaran pertama selesai, telah menunjukan komitmennya untuk tidak menyerang personel.

"Buat apa kami serang balik, ini calon pemimpin. Emosi harus diredam, rakyat tidak sudak begitu." Tegas Muzani.

5. Kritik AHY

Kritik AHY terkait debat Capres dan Cawaspres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/19)

Tidak Presiden ke-6 saja yang menjadi sorotan saat debat pertama Capres dan Cawapres ini, Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga ikut menjadi sorotan dalam debat ini. Pasalnya AHY mengkritik pertanyaan yang dilontarkan oleh Capres nomor urut 01 Joko Widodo saat debat pertama Pilpres 2019.

AHY mengatakan tema pada debat pertama membahas persoalan Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Terorisme, dan Korupsi.

Ia mengkritis berlangsungnya debat pertama. Menurut AHY pertanyaan Jokowi tidak substansi. Yakni, pertanyaan Jokowi kepada Capres nomor urut 02 Prabowo tentang komitmen korupsi di Partai Gerindra.

Menurut AHY, pertanyaan itu keluar dari tema besar tentang bernegara.

"Saya berharap tentunya bisa lebih fokus terhadap substansi. Kalau tadi ada beberapa pertanyaan, kok ditanyakan tentang partai. Padahal ini capres, calon kepala negara, calon kepala pemerintahan," Ujar AHY usai menyaksikan debat.

AHY menilai, pertanyaan Jokowi terhadap Prabowo tidak relevan. 

"Saya pikir tidak relevan, jika bertanya tentang partainya," tambah AHY.

6. Amien Rais : Pak Prabowo sosok negarawan

Meskipun pro Prabowo, namun Amein Rais memuji penampilan Prawobo Subiato dalam debat Pilpres di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/19)

Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais memuji penampilan Prabowo Subianto dan debat pilpres di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/19).

Menurutnya, dalam debat pertama tersebut Prabowo tampil sebagai sosok negarawan.

"Jadi, menurut saya loh ya. Ini maaf ya, karena saya memang pro Prabowo mungkin subjektif ya. Tadi Pak Prabowo itu menampilakn sosok negarawan," Ujar Amien di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/19) malam.

Pasalnya dalam debat yang mengusung tema korupsi, hukum, HAM, dan terosisme itu, Prabowo tidak menyerang pribadi dan partai lawan debatnya yakni Jokowi-Ma'ruf.

"Tadi Pak Prabowo itu menampilkan sosok negarawan, tidak menyerang partai pribadi, menyerang partau, tidak merasa unggul ya, jadi beliau itu rendah hati." Ujar Amien.

7. Ketua Dewan kehormatan PAN mengaku bangga dengan sikap Prabowo

Ketua Dewan kehormatan PAN mengaku bangga dengan sikap Prabowo saat menjawab pertanyaan dari Capres nomor urut 1.

Mantan Danjen Kopassu itu, menurutnya tidak terpancing menyerang pribadi atau partai lawan debatnya.

Prabowo juga dinilai tidak emosional dalam menjawab pertanyaan debat.

"Saya bangga dengan Pak Prabowo tidak terpancing, tidak emosional sama sekali gitu. Bahkan Pak Jokowi kok nuduh-nuduh, padahal itu semasanya. Jadi komentar saya itu." Ujarnya.

Sebelumnya dalam debat membahas tema korupsi Jokowi menyinggung Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo. Jokowi sempat menanyakan kepada Prabowo mengenai diloloskannya 6 orang mantan korupstor menjadi Caleg dari Partai Gerindra.

Sebagai Ketua Umum partai, Prabowo seharusnya mengetahui tentang hal tersebut.

"Kita tahu korupsi adalah kejahatan luar biasa, bahkan Pak Prabowo katakan sudah stadium 4 meskipun saya tidak setuju,"

"Tapi menurut ICW, partai yang Bapak pimpin paling banyak mencalonkan mantan napi korupsi. Calon itu yang tanda tangan Ketum, berarti Pak Prabowo tanda tangan," Ujar Jokowi.

Mendapat petanyaan tersebut, Prabowo mengaku belum menerima laporannya.

Hanya saja menurut Prabowo, selama tidak ada peraturan yang melarang, maka tidaklah menjadi masalah jika mantan napi koruptor menjadi Caleg.

"Kalalu kasus itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum dan kalau memang hukum mengizinkan, kalau dia masih bisa dan rakyat menghendaki dia, karena dia mempunyai kelebihan-kelebihan lain, mungkin korupsinya juga nggak seberapa. " Ujar Pak Prabowo.

Itulah beberapa pro kontra dalam debat Capres dan Cawapres pada putaran pertama. 

Komentar