8 Obat Herbal Vertigo yang Sudah Terbukti Ampuh

Sindrom Tourette - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Sindrom tourette adalah gangguan yang menyebabkan penderitanya secara tiba-tiba melakukan gerakan atau ucapan berulang secara tidak terkontrol atau disebut dengan tic. Kondisi ini umumnya dimulai pada usia 2 sampai 15 tahun, dan lebih banyak menyerang laki-laki dibanding wanita.


Tic memanglah hal yang wajar terjadi pada anak-anak, dan biasanya tidak akan bertahan lebih dari satu tahun. Namun, berbeda halnya dengan mereka yang mengidap sindrom tourette, dimana tic bisa berlangsung selama lebih dari satu tahun dan muncul dalam berbegai macam tingkah laku.

Gejala

Apa saja gejala sindrom tourette ?

Gejala sindrom tourette yang paling umum terjadi adalah tic. Tic bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu :
  • Motor tics, yaitu melakukan gerakan yang sama secara berulang. Motor tics dapat digolongkan berdasarkan kelibatan otot, kelompok yang melibatkan otot dalam jumlah terbatas (simple tics), sedangkan kelopok yang melibatkan beberapa otot sekaligus (complex tics). Simple tics biasanya berupa gerakan berkedip, mengangguk, menggeleng, dan menggerakan-gerakan mulut. Sedangkan complex tics umumnya mengulang gerakan seperti menyentuh atau mencium sutu benda, meniru pergerakan suatu benda, menekuk atau memutar badan, meloncat, dan melangka dalam pola tertentu.
  • Vocal tics, yaitu membuat suara yang berulang. hampir sama halnya dengan motor tics, vocal tics juga digolongkan berdasarkan kelibatan otot. simple vocal tics bisa berupa batuk, berdehem, dan membuat suara menyerupai binatang seperti mengeong. Sedangkan pada complex vocal tics bisa berupa mengulang perkataan sendiri (palilalia) dan mengulang perkataan orang lain (echopenomena), dan mengucapkan kata-kata kasar dan vulgar (koprolalia).
Selain itu, stes, cemas, kelelahan, atau terlalu bersemangat juga bisa memperburuk tic. Tic juga akan bisa semakin parah saat penderitannya mulai beranjak dewasa, dan berkembang saat masa transisi dari masa remaja ke masa dewasa.

Penyebab

Apa penyebab sindrom tourette ?

Sayangnya, hingga saat ini belum bisa dipastikan apa penyebab utama sindrom tourette. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa menyebabkan kondisi ini. Di antaranya :
  • Genetik. Pada kebanyakan kasus, sindrom tourette banyak diturunkan oleh keluarga. Hal ini lantaran sindrom tourette sangat berkaitan erat dengan gen dalam tubuh.
  • Kelainan pada sistem saraf otak. Beberapa studi menunjukan bahwa anak yang mengidap sindrom tourette memiliki kelainan pada struktur, fungsi, atau zat kimia otak yang menghantarkan implus saraf (neurotransmitter), termasuk serotoin dan dopamin.
  • Faktor lingkungan. lingkungan tempat tinggal juga diduga menjadi salah satu penyebab adanya sindrom tourette. Dimana gangguan ini dimulai saat anak masih dalam kandungan. Gangguan ini bisa berupa stres yang dialami ibu semasa kehamilan atau saat proses kelahiran yang berlangsung lama. Kondisi fisik bayi juga bisa berdampak pada sindrom ini. Misalnya berat badan dibawah normal. Selain itu, adanya infeksi kuman Streptococcus pada anak juga diduga bisa menjadi penyebab sindrom ini. 

Faktor Risiko

Siapa saja yang memiliki risiko tinggi terkena sindrom tourette ?

Meski hingga saat ini penyebab utamanya belum bisa dipastikan, namun ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena sindrom tourette ini. Yaitu :
  • Riwayat keluarga. Seseorang yang memiiliki riwayat keluarga dekat dengan penderita sindrom tourette atau gangguan tic lainnya, lebih berisiko tinggi terkena gangguan atau sindrom yang sama.
  • Jenis kelamin. Laki-laki memiliki risiko 3 sampai 4 kali lipat terkena sindrom tourette dibanding dengan wanita.

Diagnosis Sindrom Tourette

Ada beberapa test yang harus dilakukan sebelum mendiagnosis seseorang terkena sindrom tourette. Seperti :
  • Tics terjadi sebelum usia 18 tahun.
  • Faktor yang menyebabkan tics
  • Tics terjadi berapa kali dalams sehari, apakah hampir setiap hari terjadi atau berselang-seling, dan terjadi berapa kali dalam satu tahun.
  • Mengalami motor tics atau vocal tics atau tidak.
Selain beberapa test diatas, kemungkinan ada tes lainnya yang akan dilakukan oleh dokter. Hal ini guna memastikan apakah penderita mengalami sindrom tourette atau tidak.

Komplikasi Sindrom Ttourette

Penderita sindrom tourette juga umumnya mengalami satu atau lebih kondisi tertentu. Belum diketahui mengapa kondisi tersebut terjadi. Ada sejumlah kondisi yang bisa terjadi bersamaan dengan adanya sindrom tourette ini. Seperti :
  • ADHD (attention deficit hyperactivity disoder).
  • OCD (obsessive-compulsive disorder) atau OCB (obsessive-complusive behavior).
  • Perilaku melukai diri sendiri.
  • Ganguan suasana hati.
  • Kesulitan belajar.
  • Gangguan tingkat laku (conduct disorder).

Pengobatan Sindrom Tourette

Pada dasarnya sindrom tourette bukanlaj jenis penyakit yang berbahaya dan memerlukan pengobatan khusus. Namun, jika penderita mengalami gangguan sindrom tourette cukup parah, misalnya sampai membahayakan diri sendiri atau orang lain. Maka ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan. Seperti :
  • Psikoterapi
Ada beberapa psikoterapi yang bisa dilakukan dalam pengobatan sindrom tourette. Misalnya terapi yang bertujuan untuk meringankan gejala dari ADHD, OCD dan depresi. Dalam sesi psikoterapi juga bisa menggunakan beberapa metode tambahan, seperti hipnosis, meditasi, teknik pernapasan atau relaksasi.
  • Obat-obatan
Meski penyebabnya belum pasti, namun ada beberapa obat yang bisa membantu penderita untuk mengendalikan tics yang dialami. Seperti antibiotik, antidepresan, suntik botox, atau obat antikonvulsan.:
  • DBS (deep brain stimulastion)
DBS merupakan salah satu prosedur dengan menggunakan elektroda yang ditanamkan di dalam otak penderita. Hal ini bertujuan untuk merangsang reaksi otak dalam. Prosedur ini biasanya hanya dilakukan jika kondisi penderita telah parah dan tidak tertangani dengan terapi lain.

Pengobatan Rumahan

Selain dengan pengobatan diatas, penderita sindrom tourette juga harus mendapatkan pengobatan rumah. Hal ini karena biasanya penderita akan kehilangan percaya diri saat berada diluar rumah. Beberapa pengobatan rumahan yang bisa dilakukan pada penderita sindrom tourette bisa berupa :
  • Cari tahu mengenai informasi mengenai sindrom tourette, baik pada keluarga maupun penderita.
  • Tingkatkan kepercayaan diri penderita, salah satunya dengan berinteraksi saat berolahraga atau kegiatan menarik lainnya.
  • Menjaga hubungan baik dengan teman penderita.
  • Pilihlah metode bibimbingan belajar di rumah atau les privat, karena anak yang mengalami sindrom tourette akan dapat berkembang lebih baik dalam lingkungan yang lebih kecil dibanding dengan belajar di sekolah pada umumnya.
  • Ikuti kegitan yang sesuai dengan kondisi penderita.
Perlu anda ketahui, sindrom tourette tidak akan mengurangi kepintaran dan usia penderitannya. Seiring bertambahnya usia, sindrom tourette akan semakin membaik. namun dapat juga semakin parah dan membutuhkan perawatan lanjutan. 


Komentar