De Lemon Original Minuman Sari Lemon Asli Penurun Kolesterol Tinggi

5 Fakta Saphira Indah Sebelum Meninggal Dalam Kondisi Hamil 6 Bulan

Kabar duka kembali terjadi di ranah hiburan Indonesia, khusunya perfilm-an. Dimana tepat pada Rabu, 30 Januari 2019 kemarin aktris cantik Saphira Indah meninggal dunia.


Kabar meninggalnya saphira tentu saja membuat banyak pihak terkejut. Pasalnya, Saphira meninggal di tengah kabar bahagia atas kehamilannya yang sudah berusia enam bulan.

Berbagai ucapan duka serta doa banyak dikirimkan sederet aktris untuk mengenang kepergian wanita cantik asal kota kembang Bandung itu. Mulai dari Samuel Rizal, Chacha Frederica, Shandy Aulia, sampai diva pop Indonesia Melly Goeslaw turut mengucapkan bela sungkawa dan mengirimkan doa atas kepergian pemain film Eiffel I'm In Love.

Berikut 5 fakta Saphira Indah sebelum meninggal dalam kondisi hamil 6 bulan

Perjuangan Saphira agar cepat hamil

Saphira dan Ai menikah pada tahun 2015

Menikah pada tahun 2015 lalu saphira dan sang suami memang sudah menginginkan hadirnya seorang buah hati. Hal ini di ketahui dari Ayu Ting-ting yang mengetahui betul Saphira untuk memiliki anak.

Saphira dan Ayu memang diketahui cukup dekat. Sehingga saat ia mendengar kabar rekannya itu, Ayu sangat terkejut.

"Tidak percaya karena yang saya tahu dia sehat walafiat," ujar ayu saat dikawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/19).

Ayu juga mengatakan bahwa ia sering kali bertemu dengan Saphira. Satu hal yang selalu diingat Ayu dari sosok wanita berusia 32 tahun itu adalah Saphira selalu meminta didoakan agar segera diberi momongan.

Kedekatan antara Ayu Ting Ting dan Saphira Indah

"Dia ketemu cuma minta doain saja biar cepat punya anak." 'Doain ya teh biar cepat punya anak'. Kalau ketemu ngomong itu terus. "Ucapnya.

"Nah beberapa hari hari lalu saya lihat IG dia, dan akhirnya dia hamil juga alhamdulillah. Tiba-tiba pas dikabarin sudah gak ada, saya kaget lah," tuturnya.

Meninggal dalam kondisi hamil 6 bulan


Shapira indah meninggal di usia yang terbilang muda, yaitu 32 tahun. Yang membuat publik terkejut adalah shapira meninggal dalam kondisi hamil 6 bulan.

Calon buah hati yang ada dalam kandungannya pun ikut dimakamkan bersama jenazah sang ibu. Menurut sang suami Ai Rico Hidros Daeng atau kerap disapa Ai, istrinya begitu sangat menginginkan hadirnya seorang buah hati di tengah-tengah keluarga kecil mereka. Dan impian itu pun terwujud di kala usia pernikahan mereka yang menginjak usia tiga tahun.

Namun sayangnya, harapan menjadi seorang ibu yang menggendong bayi di pelukan belum sempat di rasakan Saprira.

"Dikuburin bareng tidak dikeluarkan baby-nya. Dia ingin banget bareng karena sudah tiga tahun kosong kan," ujar Ai saat di TPU Budi Darma, Jakarta Utara, Kamis (31/1/19).

Mengeluhkan sesak nafas

Sang suami mengatakan jika istrinya tidak pernah memiliki riwayat penyakit tertentu selama hidup. Namun beberapa hari sebelum meninggal, Saphira mengeluhkan sesak nafas.

Saphira dan Ai (@saphira_indah)

Menurut Ai, istrinya selama mengandung selalu kontrol ke dokter untuk memeriksakan kesehatan tubuhnya serta calon buah hati mereka.

"Dia tidak pernah mengeluhkan sakit apapun, termasuk sakit sesak nafas sebelumnya," ujarnya

Dari keterangan dokter yang menangani Saphira, sang suami baru mengetahui bahwa istrinya menderita penyakit paru-paru.

"Jadi tidak ada keluhan sakit yang gimana. Tidak ada. Karena tiap bulan kan rajin kontrol (check up). Makanan dijaga, semua di jaga," tambahnya.

Dirawat 5 hari di RS sebelum meninggal

Sebelum meninggal pada Rabu malam sekitar pukul 9 malam, saphira awalnya mengeluhkan sesak nafas. Hingga mengharuskannya dibawa ke rumah sakit di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Di rumah sakit, saphira langsung mendapatkan perawatan. Namun hingga hari ke tiga, sesak nafas yang di alami Saphira tak kunjung hilang. Dan pada hari ke lima, Tuhan pun berkehendak lain. Saphira yang kala itu tengah hamil akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.


"Dokter bilang rawat inap saja deh. Naikin Hb-nya. Ya sudah, dari situ mulai tekanan pertama, ke dua, ke tiga, sesaknya tidak hilang-hilang. Pas udah ditangani dokter, hari ke lima langsung meninggal," Ujar Ai

Berduka sebelum meninggal

Sebelum meninggal pada Rabu (31/1/19), tepatnya 20 hari sebelumnya, Saphira sempat menangis dan berduka atas meninggalnya saudara sepupunya Ridwan Wahab.

Saat mendengar sepupunya meninggal, Saphira mengaku terkejut dan syok karena Ridwan lebih dulu dipanggil sang Khalik. Kesedihan dan duka mendalam Saphira sempat dituliskan di laman akin instagramnya pada 11 januari 2019 lalu. Dia begitu kehilangan Ridwan, sepupu terdekatnya yang akrab di sapa Ben.

@saphira_indah

"Ya, Allah inalillahi wa inalillahi rojiun.. selamat jalan sepupu gua yg paling deket sama gua, gak nyangkaaa, shock banget, sedih bangett, kalo kemana2 selalu sama di ya Allah. tiba2 udah pulang duluan," Tulis saphira indah

Selain itu, Saphira juga sempat menuliskan permohonan kepada Ben untuk memaafkan segala kesalahannya. "Semoga Amal ibadanya di terima di sisi Allah SWT, semoga di tempatkan di syurgaa. Ben2 maafin gua yaa.. @ridwan_wahab.r." tutupnya

Tapi tak disangka tepat 20 hari setelah postingan itu, saphira menyusul Ben lantaran sakit paru-paru yang dideritanya.

Kini, keluarga dan sang suami, Ai Rico Hidros Daeng hanya bisa mengenang memori manis bersama wanita kelahiran Bandung 26 Juli 1986 saja.

Selamat jalan Saphira Indah. Semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah SWT dan dimasukan ke syurga-NYA.... Aamiin



Komentar