Inilah Gejala Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules

Mengenal Kehamilan Ektopik (Hamil Diluar Kandungan), Inilah Penyebab dan Bahayanya

Kehamilan Ektopik - Baru-baru ini berita kurang mengenakan datang dari presenter sekaligus komedian Denny Wahyudi atau yang akrab disapa Denny Cagur. Pasalnya, Santi Widihastuti sang istri didiagnosa mengalami kehamilan ektopik atau hamil diluar kandungan hingga mengharuskan melakukan operasi penangkatan janin. Lantas apa itu kehamilan ektopik ? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Sekilas Mengenai Kehamilan Ektopik

Kehamilan bermula dari sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma. Pada proses kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi akan menetap di tuba falopi (saluran sel telur) selama kurang lebih 3 hari, sebelum dilepaskan ke rahim. Nah, saat di dalam rahim inilah, sel telur yang telah dibuahi akan terus tumbuh dan berkembang hingga masa persalinan tiba.

Namun berbeda halnya dengan kehamilan ektopik, dimana sel telur yang telah dibuahi justru tidak menetap/menempel pada rahim, melainkan pada organ lain (di luar rahim). Tuba falopi adalah orga yang paling sering ditempel sel telur pada kehamilan ektopik. 

Apa penyebab kehamilan ektopik ?

Hingga saat ini penyebab kehamilan ektopik belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini sering dikaitkan dengan kerusakan pada tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur dan rahim.

Ada beberapa faktor penyebab kerusakan tuba falopi, diantaranya :
  • Faktor gentik
  • Bawaan lahir
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Peradangan akibat infeksi atau prosedur medis
  • Perkembangan organ reproduksi yang tidak normal
Perlu anda tahu. Kehamilan ekstopik bisa dialami oleh setiap wanita yang telah berhubungan intim. Risiko akan semakin meningkat saat seseorang mengalami beberapa hal berikut.
  • Hamil diatas usia 35 tahun
  • Memiliki riwayat radangt panggul
  • Pernah mengalami keguguran secara berulang
  • Menderita penyakit menular seksual (PMS)
  • Mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
  • Pernah mengalami operasi pada area perut dan panggul
  • Pernah menjalani pengobatan terkait kesuburan
  • Menggunakan alat kontrasepsi jenis spiral
  • Memiliki kebiasaan merokok

Apakah kehamilan ektopik berbahaya ?

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan termasuk kondisi yang membahayakan nyawa dan sering terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan. Jika sel telur terus berkembang di luar rahim, maka dapat menimbulkan kondisi darurat medis atau komplikasi serius yang berujug fatal.

Berikut beberapa kondisi darurat medis atau komplikasi yang akan terjadi pada kehamilan ektopik. antara lain :
  • Pecahnya tuba falopi. Kondisi darurat medis yang paling berbahaya dari kehamilan ektopik adalah pecahnya tuba falopi. Ketika hal tersebut terjadi, maka akan menyebabkan pendarahan internat, nyeri panggul dan perut, syok bahkan bisa berujung pada kematian. Tanda bahaya pada kehamilan ektopik yaitu kulit terlihat pucat, lemas, dan nyeri perut yang hebat. Tanda-tanda tersebut menandakan adanya luka atau robekan pada tuba falopi akibat kehamilan di luar kandungan. Robekan inilah yang menyebabkan perdarahan hebat di dalam rongga panggul. Oleh karena itu, pasien harus segera mendapatkan penanganan darurat.
  • Masalah emosional. Mengalami kehamilan ektopik jelas membuat wanita merasa khawatir sekaligus sedih. Karena mereka harus merelakan janin atau calon buah hati mereka untuk dikeluarkan sebelum waktunya. Bahkan, tidak sedikit wanita yang menjadi lelah, stres atau depesi akibat pengobatan.
  • Memengaruhi kesuburan dan peluang kehamilan berikutnya. Selain harus merelakan calon buah hati mereka 'dikeluarkan', kehamilan ektopik juga bisa berimbas pada kesuburan dan mungkin dapat menurunkan peluang kehamilan. Namun jangan khawatir, setidaknya jika tuba falopi lainnya masih dalam kondisi baik, maka anda memiliki peluang kehamilan berikutnya kira-kira 60%. 
  • Kehamilan ektopik berulang. Tak hanya berpengaruh pada kesuburan dan peluang kehamilan, namun kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik kembali. Pada kehamilan ektopik, janin tumbuh di tuba falopi yang dapat merusak jaringan tuba disekitarnya. Hal inilah yang memungkinkan sel telur kembali tersangkut di tuba falopi pada kehamilan selanjutnya.

Apakah kehamilan ektopik bisa dipertahankan atau dicegah ?

Kehamilan ektopik tidak bisa dicegah ataupun dipertahankan. Tetapi, untuk menurunkan risiko agar tidak mengalami kondisi tersebut. Anda sejumlah cara yang bisa anda lakukan sebagai langkah pencegahan. Diantaranya :
  • Hindari melakukan seks bebas, miasalnya bergonta-gant pasangan seks dengan tidak menggunakan kondom
  • Hindari merokok
Ibu hamil juga dianjurkan untuk tes darah dan melakukan USG rutin untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan. Jika anda didiagnosa mengalami kehamilan ektopik, maka mendeteksian awal bisa mengurangi keparahan dan bisa segera ditangani.


Komentar