Inilah Gejala Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules

5 Gangguan Psikologis yang Sering Terjadi Pada Remaja

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap individu memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Terutama pada masa remaja, dimana mereka cenderung memiliki pikiran yang masih labil.


Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Sayangnya, pada masa inilah remaja banyak menghadapi berbagai tuntutan dari berbagai risiko perkembangan globalisasi yang sangat pesat.

Seperti diketahui, di masa globalisasi sekarang ini, teknologi semakin merajai segala aspek kehidupan. Sehingga tak mengherankan jika masa ini disebut sebagai era digital. Lalu bagaimana awalnya gangguan psikologis yang dialami seorang remaja ? Pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai 5 gangguan psikologis yang sering terjadi pada remaja.

Awal Terjadinya Gangguan Psikologis Pada Remaja

Remaja kerap kali dianggap sebagai 'pihak yang rentan terkena gangguan psikologi diagnostik dan psikologi remaja. Hal ini lantaran masa remaja merupakan salah satu masa dimana individu akan menghadapi berbagai tahap perkembangan kepribadian yang akan membentuk sikap serta kepribadian orang itu sendiri. Akan tetapi, meski setiap invidu akan mengalami fase perubahan sikap maupun sifat namun ini hanya perubahan yang bersifat sementara. Jadi berhati-hatilah jika perubahan tersebut berlangsung cukup lama karena bisa jadi ini adalah gejala awal terjadinya gangguan psikologi pada remaja.

Tidak setiap remaja yang mengalami gangguan psikologi dikatakan mengalami gangguan jiwa (mental). Ini karena biasanya remaja yang mengalami gangguan psikologi hanya dalam tingkatan ringan, seperti kurang percaya diri, rendah diri, rasa bersalah berlebihan, cemas berlebihan, sensitif (mudah marah), putus asa dan lainnya.

Selain itu, gangguan psikologi remaja juga sering dianggap biasa karena memang penderitanya tidak menunjukan gejala yang aneh. Remaja tersebut masih bisa berpikir jernih, berkata dan bertindak sesuai normal dan juga dapat berkomunikasi secara normal. Namun, apabila gangguan-gangguan tersebut tidak segera diatasi dan dibiarkan berlarut-larut, maka bisa berisiko menjadi gangguan psikologi yang kompleks (berat) hingga menyebabkan kepribadiannya jauh dari realitas, emosinya tergangguan dan tidak ada integritas dalam hidupnya.

Berikut adalah 5 gangguan psikologis yang sering terjadi pada remaja. Antara lain :

1. Kecemasan berlebih

Pada dasarnya, kecemasan bukanlah sebuah rasa takut. Melainkan sebuah fase dimana seseorang mengalami perasaan gelisah yang berkaitan erat dengan antisipasi terhadap suatu bahaya.

Kendati demikian, kecemasan berlebih termasuk gangguan psikologis remaja yang berbahaya apabila kecemasan sudah didominasi diri dan berubah menjadi rasa tertekan yang amat dalam.

2. Emosi berlebihan

Setiap individu memiliki tingkat kepekaan yang berbeda-beda, biasanya mereka mempunyai kadar yang berbeda-beda. Dimana ketika tingkat kepekaan tersebut cenderung pada arah sensitif maka biasanya individu tersebut akan bermasalah pada psikologis. Hal ini mungkin karena adanya ketegangan dan merasa apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan individu tersebut.

3. Sosial budaya dan lingkungan

Sifat dan karakteristik individu dapat terbentuk berdasarkan sosial budaya dan lingkungan dimana mereka tinggal. Biasanya, gangguan psikologi dapat terbentuk dari perubahan perilaku yang disebabkan oleh akulturasi budaya.

Selain itu, kemampuan individu untuk beradaptasi di wilayah tertentu juga sangat berpotensi untuk memicu datangnya gejala gangguan psikologi.

4. Trauma

Masa anak-anak maupun masa remaja merupakan masa dimana daya pikir mereka masih labil dan rentan. Sehingga saat mereka mengalami suatu kejadian yang kurang mengenakan, maka dalam memori mereka akan menyimpan rasa trauma hingga ia beranjak dewasa.

Trauma juga bisa dialami oleh individu yang terlahir dalam kondisi yang tidak diinginkan. Baik dari segi fisik maupun psikis.

5. Masalah keluarga

Adanya permasalahan dalam keluarga sering kali menjadi penyebab utama gangguan psikilogi pada remaja maupun anak-anak. Hal ini karena orang tua (keluarga) yang seharusnya menjadi tempat berbagi cerita, justru mereka memiliki interaksi yang tidak searah dan akhirnya berpengaruh pada psikologi.

Itulah 5 gangguan psikologi yang sering terjadi pada remaja. Dalam hal ini, peran orang tua serta orang terdekat sangat diperlukan agar gangguan psikologi yang dialami tidak semakin parah.


Komentar